GAMBARAN ASUPAN SARAPAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN STATUS GIZI SISWI SMA GEMBALA BAIK PONTIANAK
Keywords:
Sarapan, Kadar hemoglobin, status giziAbstract
Latar Belakang : Asupan Sarapan merupakan kegiatan yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi dalam sehari (Widya, 2021). Energi diperlukan untuk berbagai proses fisiologis dalam tubuh, sehingga jika pasokan energi berkurang dan terus berlanjut, pemecahan protein akan terjadi sebagai sumber energi. Bagi pelajar, sarapan yang baik terbukti meningkatkan konsentrasi dan stamina, sehingga meningkatkan keberhasilan akademik karena sarapan menyediakan 20-30% kalori harian (Sartika, 2020). Siswi yang jarang sarapan pagi yaitu 2-3 kali dalam seminggu beresiko mengalami anemia 2,95 kali (Sirajuddin, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri berkisar sebesar 32% pada kelompok usia 15-24 tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pontianak masih ditemukan permasalahan anemia pada remaja putri yaitu 29% ditandai dengan kadar hemoglobin yang rendah (Hartini et al., 2024).
Tujuan Penelitian: Mengetahui Gambaran Asupan Sarapan Terhadap Kadar Hemoglobin dan Status Gizi Siswi SMA Gembala Baik Pontianak.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 35 siswi kelas 12 IPS SMA Gembala Baik Pontianak, sampel berusia 16-18 tahun. Analisis data adalah univariat dan bivariat dengan variabel asupan sarapan terhadap kadar hemoglobin dan status gizi.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia 17 tahun (54,3%). Asupan sarapan sebagian besar baik 62,9%. Kadar hemoglobin normal 74,3%, sedangkan yang mengalami anemia 25,7%. Status gizi menunjukkan 85,7% siswi dengan gizi baik. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara asupan sarapan dengan kadar hemoglobin yaitu 90,9%. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan sarapan dengan status gizi yaitu 92,3%.
Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki asupan sarapan, sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal dan status gizi responden sebagian besar berada pada kategori gizi baik. Adanya hubungan antara asupan sarapan dengan kadar hemoglobin. Tidak ada hubungan antara asupan sarapan dan status gizi.





