METODE PENDAMPINGAN PRA NIKAH TERHADAP KEJADIAN ANEMIA IBU, BERAT BAYI LAHIR RENDAH DAN PANJANG LAHIR POTENSI STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG PURI
Keywords:
pendampingan, Anemia, berat bayi lahir rendah, panjang badan lahirAbstract
Berdasarkan data Riskesdas 2018, hampir separuh ibu hamil (48,9%) mengalami anemia, dengan angka kejadian tertinggi terjadi pada kelompok usia 15-24 tahun (84,6%). Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan berat bayi lahir rendah dan potensi stunting. Untuk mengatasi risiko tersebut, diberikan pendampingan pra nikah kepada pasangan calon pengantin. Dilakukan penelitian jenis retrospektif case-control di Puskesmas Tanjung Puri Sintang untuk mengidentifikasi faktor risiko anemia, berat bayi lahir rendah, dan potensi stunting pada kelompok yang mendapatkan pendampingan dan kelompok tanpa pendampingan. Studi melibatkan 64 partisipan, dengan 32 orang mendapatkan pendampingan dan 32 orang tidak mendapatkan pendampingan. Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendampingan dan kejadian anemia pada ibu hamil (p-value = 0,012, OR = 3,66). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara pendampingan dan berat bayi lahir rendah (p-value = 0,143, OR = 2,05) atau panjang badan bayi lahir (p-value = 0,88, OR = 2,44). Dapat disimpulkan bahwa pendampingan yang diberikan dapat membantu mengurangi risiko anemia pada ibu hamil, namun tidak memiliki dampak signifikan terhadap berat bayi lahir rendah dan potensi stunting.Kata Kunci : Pendampingan; Anemia; Berat Bayi Lahir Rendah; Panjang Badan Lahir





