DAYA TERIMA BISKUIT SUBSTITUSI TEPUNG KACANG TANAH (Arachis Hypogaea Var ) DAN TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus sp)
Keywords:
biskuit, kacang tanah, ikan teri, uji daya terima, uji kadar proteinAbstract
Latar belakang : Biskuit adalah salah satu produk kue kering yang banyak di konsumsi oleh kalangan masyarakat, baik sebagai cemilan sehari-hari maupun sebagai pendamping minuman. Biskuit dikenal karena teksturnya yang renyah dan rasa nya yang manis. Pembuatan biskuit dengan menambahkan substitusi tepung kacang tanah dan tepung ikan teri berguna untuk menambahkan nilai cita rasa, aroma, warna, tekstur maupun nilai gizi berupa protein dan kalsium.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui daya terima dan kandungan protein pada biskuit substitusi tepung kacang tanah (arachis hypogaea var) dan tepung ikan teri (stolephorus sp).
Metode : Menggunakan metode eksperimen dengan melakukan percobaan pada biskuit dari bahan tepung kacang tanah dan tepung ikan teri, pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh panelis, kemudian dilakukan uji kadar protein pada biskuit.
Hasil : Menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap warna dengan kriteria suka sebesar 60% pada F1 ,aroma dengan kriteria suka sebesar 62% pada F2, rasa biskuit dengan kriteria suka sebesar 60% pada P2, tekstur biskuit dengan kriteria suka adalah sebesar 68% pada F1. Analisis kadar protein pada biskuit dengan substitusi tepung kacang tanah dan tepung ikan teri dengan formulasi 40 gr : 10 gr pada perlakuan terpilih 2 dengan kandungan protein 17,6%.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian secara keseluruhan terhadap produk biskuit substitusi tepung kacang tanah (arachis hypogaea var) dan tepung ikan teri (stolephorus sp) dapat disimpulkan bahwa F2 memiliki tingkat daya terima tertinggi menurut hasil skoring yaitu 213,5.





